Pengamat Dadakan Ala Dunia Maya

Sumber: DetikX "Mulutmu Harimaumu" itulah istilah yang tepat untuk pengguna internet saat ini. Bagaimana tidak? Setiap postingan suatu portal berita online, ada saja komentar-komentar yang mebuat kita mengerutkan dahi. Ini membuat suatu postingan berita, artikel, dan lainnya menjadi tak berarti. Saat ini, sering dipergunakan kata"netizen/netijen" untuk menamai si tukang nyinyir atau komentator dadakan tersebut. Mereka mengungkapkan semua pendapatnya karena ada sesuatu yang tidak wajar. Bentuk komentarnya pun beragam, ada yang hanya menyindir, membuat lelucon, atau sebagai promosi gratisan. Bentuk komentar yang dikeluarkan pun beragam, mulai Netijen Indonesia juga terkenal sebagai salah satu komentator terpedas sekaligus mempunyai militansi kuat dalam mempertahankan argumennya. Beringasnya netijen Indonesia membuat kolom komentar menjadi memanas bakan memancing adanya perang kata-kata antar pengguna sosial media, Berikut rangkuman tingkah uni...

Alkisah si #Tagar

Alkisah si #Tagar


Ilustrasi Tagar (Edutopia.org)


Hai guys, selamat datang di my Theorhema, sekarang kita akan coba ngulik bagaimana terbentuknya ide # (tagar) dan pengaruh media sosial dapat mempengaruhi dunia politik maupun dari segi yang lain. Apakah penggunaan tagar memang diperuntukan untuk sosial media saja?
mari kita cari tahu!!!

Sebagaiman kita tahu, Indonesia terus berbenah guna mempersiapkan hajatan terbesar negeri ini. Untuk edisi kali ini, kita akan menjadi saksi sejarah ketika dua pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) diadakan sejarah bersamaan. Untuk mendukung setiap berbagai cara dilakukan para tim sukses setiap calon Presiden & calon Wakil Presiden Republika Indonesia. Salah satunya menggunakan tagar atau sering kita sebut dengan hashtag pada sosial media seperti #2019gantipresiden dan #2019tetapjokowi sekarang yang menjadi hits saat ini. Untuk kali ini kita akan sampai bahas politik dari tagar-tagar tersebut.

Digunakan di Industri Musik

Penggunaan Tagar dalam Musik

Sebelum digunakan pada media sosial, penggunaan tagar pada zaman dahulu dipakai pada dunia musik. Tepatnya pada abad 12 penggunaan tagar dipakai untuk menaikkan not sebanyak setengah nada. Berlanjut ke abad 14, singkatan lb dari libra memasuki bahasa Inggris, dan menurut praktik penulisan yang umum itu adalah aksesoris dengan garis yang ditarik melintasi huruf untuk menekankan penggunaan sebuah kontraksi. Untuk menyingkat lb, secara perlahan penggunaan # untuk mengantikan istilah itu.

Membantu dalam Teknologi Informasi

Ilustrasi Menandakan Label pada Pemrograman

Singkat kata, mulai tahun 1980 penggunaan # memiliki beragam makna dalam pemrograman. Masuk ke tahun 2000 simbol # digunakan sebagai jaringan IRC untuk menandakan label grup dan topik.

Masuk ke Dunia Maya

Tweet Pertama yang Menggunakan Tagar

Ketika twitter muncul pada tahun 2009, mereka memberi tautan untuk tagar di seluruh tweet ke hasil pencarian. Sampai sekarang, banyak media sosial menempatkan tagar sebagai salah satu aspek utama untuk mengetahui respon suatu peristiwa maupun hal unik yang terjadi di sekitar kita. Penggunaan tagar disini sebagai suatu wadah yang dapat menampung berbagai kiriman seperti foto, video, tulisan guna dikelompokan ke dalam kelas kata. Pada tahun 2017, penggunaan tagar pada Instagram dapat diikuti layaknya kita menambahkan teman pada akun sendiri. Dengan begitu, kita dapat mengetahui apapun kiriman yang telah dicantumkan pada tagar tersebut.


SO...
Semakin pesatnya teknologi, dapat dikatakan tagar pada media sosial saat ini menjadi salah satu alat untuk mengawasi suatu peristiwa yang berkembang. Selain itu perkembangan tagar saat ini digunakan untuk menunjukan keunggulan kelompok yang ia miliki kepada orang lain. Akibatnya, terjadilah perang tagar yang bertaburan di berbagai kolom komentar akun media sosial suatu kelompok. Semakin banyak pengguna akun media sosial mengguna tagar-tagar tertentu, maka popularitas suatu kelompok akan naik dan minat masyrakat mengikuti gerakan yang sama semakin kencang. Dengan begitu, kita dapat menarik kesimpulan penggunaan tagar saat ini dapat memberikan tanda adanya pergerakan masyarakat sehingga terciptanya keterbukaan informasi yang bertanggung jawab.



Yuk! Mari bijak menggunakan tagar dalam berpendapat...